Rasulullah bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” 
(HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Dalam 5 tahun berumah tangga saya banyak belajar menjadi seorang seuami. Dalam benak saya suami dan istri itu adalah partner, rekan sejati dalam menjalani hidup. Suami dan istri harus saling mendukung. Suami yang sukses didukung oleh istri yang luar biasa. Begitu pula sebaliknya, istri yang sukses didampingi suami yang membahagiakan.

Dalam berumah tangga saya mencoba untuk menerapkan pendekatan yang demokratis. Tentu saya yang memutuskan, namun segala keputusan penting dibicarakan dan dibahas bersama. Saya selalu mendengarkan masukkan dari istri, sehingga pendapat keduanya bisa dijadikan pertimbangan.

Ada beberapa hal yang coba saya terapkan dalam membangun bahtera rumah tangga dalam 5 tahun terakhir.

1. Komunikasi 

Ada satu buku berjudul kurang lebih Man from Mars dan Women from Venus. Inti dari buku itu bahwa lelaki dan perempuan memiliki bahasa dan perspektif yang berbeda dalam menilai sesuatu. Selalu ada potensi tidak nyambung diantara keduanya.

Menurut catatan KUA alasan terbesar perceraian dalam pernikahan bukanlah karena kehadiran orang ketiga, melainkan kesalahpahaman dan komunikasi yang tidak efektif antar pasangan. Ceckok atau konflik itu wajar dalam rumah tangga, itu tandanya ada komunikasi dan dialog. Namun akan menjadi masalah ketika konflik tidak diselesaikan dan dibiarkan menggantung menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Karena itu komunikasi harus efektif dan intens supaya perbedaan perspektif ini bisa dijembatani.

2. Saling Mengenal Tiada Henti 

Komunikasi efektif harus dibarengi dengan kesadaran dan kemauan untuk saling mengenal. Setelah 5 tahun banyak rahasia pasangan yang baru terungkap. Rahasia itu bisa berupa sikap, rahasia masa lalu atau kebiasaan-kebiasaan yang sebelumnya luput dari pengamatan.

Hal yang penting juga kesadaran untuk saling mengingatkan dan memperbaiki pribadi masing-masing. Kita bisa bilang bahwa “Aku ada disini di sisimu, aku tidak akan menyerah mendampingimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik”. Sikap seperti ini romantis banget. Namun pada prakteknya banyak juga yang hanya bisa disikapi dengan penerimaan. Tidak semua bisa diubah atau harus diubah. Seringkali pasangan harus diterima apa adanya.

3. Selalu Berpikiran Terbuka 

Berpikiran terbuka maksudnya membuka diri untuk menerima masukkan dari pasangan. Para lelaki terkadang tertutup ego karena merasa pihak yang paling berkuasa di dalam rumah. Terkadang gengsi jika harus mengakui kesalahan atau mengikuti pendapat pasangan. Kita harus berusaha melakukan ini karena tidak selamanya kita berada pada posisi yang benar.

4. Suami Siaga 

Menjadi seorang istri adalah tugas yang berat. Apalagi bagi yang sudah dikarunia anak, tugas istri tambah berat lagi. Suami sebaiknya memberi support kepada istri. Tidak hanya dengan siap mengantar istri yang lagi hamil mau melahirkan tapi mencoba meringankan pekerjaan istri dalam kondisi apapun.

Karena sebetulnya banyak pekerjaan rumah tangga seperti menyiram taman, nyuci piring, ngemong dan mandiin anak yang dianggap sebagai pekerjaan istri, sebetulnya tanggung jawab suami. Apalagi kalo kita menganggap suami dan istri sebagai partner maka semestinya bisa saling membantu kegiatan masing-masing dalam kegiatan apapun.

Itulah beberapa tips dari saya. Ini memang lebih sebagai daftar keinginan daripada tips. Karena belum semuanya bisa saya jalankan dengan baik. Tapi paling tidak ini perspesi saya soal hubungan antara suami dengan istri. Semoga dalam tahun-tahun selanjutnya bisa dijalankan dengan lebih baik. Amin.


*Tulisan ini saya ambil dari refleksi 5 tahun pernikahan saya dan istri. Secara lengkap kami tulis di buku Warna-Warni Pelangi.

Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung