Ads (728x90)



Hallo pemburu beasiswa. Saya akan lanjutkan sharing terkait proses beasiswa Fulbright yang sudah dishare dalam label Fulbright. Kita masuk tahap keenam (6) yaitu Pre Departure Orientation (PDO) dan aplikasi visa. Jika sudah masuk tahap ini berarti anda sudah punya kampus yang menjadi tujuan, sudah memenuhi persyaratan keuangan dan siap untuk diberangkatkan.

Beberapa hal yang akan terjadi di tahap ini adalah :
- Anda akan mengikuti Orientasi Sebelum Keberangkatan (Pre Departure Orientation)
- Daftar Visa ke Kedutaan Besar AS

Oke kita bahas satu persatu saja secara singkat.

Orientasi Sebelum Keberangkatan (PDO)
Setelah memilih kampus yang akan dipilih dan memenuhi persyaratan keuangan bagi yang shortfall maka kita akan mengikuti orientasi sebelum keberangkatan. Biasanya dilakukan hanya sekali, tempat sebelumnya biasanya dilaksanakan di Jakarta, Yogyakarta atau Bali tergantung keputusan AMINEF. Waktu angkatan saya dilaksanakan di Hotel Shangrila Jakarta pada 15 - 19 Mei 2017.

Kali ini yang menjadi peserta adalah semua penerima program Fulbright dari Indonesia dan di Indonesia. Karena program Fulbright bukan hanya degree saja (Master dan Doktoral) tapi ada juga visiting scholar dan FLTA. Makanya PDO kali ini rame sekali banyak yang ikut. Untuk program degree sendiri pesertanya lebih kurang 60 orang dengan 45 master dan 15 doktoral. Itupun tidak semuanya ikut.

Target dari PDO sendiri adalah memberikan informasi kepada para grantee terkait apa hak dan tanggung jawab sebagai awardee, pengenalan kultur akademik di AS, pengenalan kebudayaan AS dan pengenalan thesis dan disertasi. Yang tidak kalah penting adalah penguatan leadership dan team building dari para awardee.

Adapun materi dari PDO adalah :
  1. Introduction to the Program and IIE
  2. Review of Program Terms and Conditions
  3. Planning Your Trip to and Arrival in the U.S.
  4. Adjusting to Life in the U.S.
  5. Academic Program for Students in the U.S
  6. Research for Thesis and Dissertation
  7. Tips and Advice from Alumni
  8. Team Building and Leadership Activities
Cukup banyak materinya. Untuk masing-masing sesi pembicara kebanyakan diambil dari alumni Fulbright atau Fulbright Visiting Scholar dari AS ke Indonesia. Berbagai sesi ini sangat relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Panitia juga akan menyediakan flashdisk berisi semua file yang begitu lengkap terkait ke 8 materi diatas. So, yang nggak ikut sekalipun sebetulnya bisa baca slide-slide nya di flashdisk. Namun keikutsertaan dalam PDO ini penting sekali untuk mengklarifikasi jika ada yang tidak tercover dan kurang jelas. Serta penting juga untuk melakukan networking sesama penerima beasiswa Fulbright.

Terkait poin terkahir salah satu yang saya ingat adalah soal grup WA fulbrighters. Sebelumnya saya berinteraksi dengan senior fulbright melalui jalur pribadi. Namun ternyata sudah ada grup WA sejak awal dan saya diminta untuk bergabung disitu untuk berbagi info dan macam-macam. Banyak informasi yang formal maupun informal yang bisa didapat.

Acara ini penting karena membantu kita mempersiapkan banyak hal termasuk hal-hal yang sangat teknis sekalipun. Di acara ini juga kita diingatkan akan maksud dan tujuan utama dari Fulbright sendiri sebagai salah satu platform untuk pertukaran budaya (cultural exchange).

Cek foto-foto PDO disini ya dan juga videonya.



Aplikasi Visa USA
Semua penerima beasiswa Fulbright akan menggunakan visa J1 untuk belajar di Amerika Serikat. Visa J1 diperuntukkan bagi mereka yang melakukan pertukaran budaya atau belajar di AS dengan sponsor yang berasal dari Amerika Serikat. Jadi para penerima beasiswa memang digolongkan sebagai pelaku pertukaran budaya. Meskipun sebetulnya untuk belajar di AS bisa juga menggunakan visa kode yang lain.

Pengalaman aplikasi visa J1 juga sebetulnya pernah saya alami saat mengikuti training pengendalian tembakau di Johns Hopkins University pada tahun 2013 yang lalu. Pengalaman yang lama tentu berbeda dengan sekarang, namun jika kita pergi dengan sponsor pemerintah AS, biasanya proses visa dipermudah.

Untuk Fulbrighters, sebagai duta budaya dan peserta pertukaran maka proses aplikasi visa harus didahului dengan pendaftaran ke SEVIS (Student and Exchange Visitor System) yang dilakukan oleh AMINEF atau mungkin melalui IIE di AS. Untuk membuktikan kita telah terdaftar maka setiap peserta pertukaran akan mendapatkan surat DS2019 yang akan dikirim IIE ke AMINEF secara fisik untuk kelengkapan aplikasi visa. Setelah itu maka kita akan mendapatkan SEVIS ID yang akan dikirim oleh Aminef ke email. Dengan SEVIS ID itulah juga kita bisa melakukan pengajuan wawancara visa dengan mengusu formulir DS106 melalui situs https://ceac.state.gov/GenNIV/

Formulir online DS106 untuk aplikasi visa isiannya memang agak banyak jadi harus sering disimpan secara elektronik untuk supaya kalo terputus tidak perlu mengulang dari awal. Pastikan juga dalam pengisian data yang diinput seakurat mungkin, data-data semua pendaftaran dari mulai passport, agreement fulbright dan keterangan lain yang harus disiapkan dalam pengisian aplikasi ini. Jika sudah selesai maka kita akan mendapatkan konfirmasi bahwa data kita sudah diterima berupa bukti daftar dan mesti diprint untuk dibawa ke Kedubes. Setelah daftar selanjutnya Aminef yang akan koordinasi dengan kedubes AS kapan kita akan melakukan wawancara. 

Saat hari H wawancara maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Barang / dokumen yang harus dibawa
  1. Passport asli yang masih berlaku.
  2. Passport lama (jika ada) dan terutama jika masih ada visa Amerika yang masih berlaku.
  3. Apabila menggunakan Passport Dinas, harap perhatikan exit permit masih berlaku dan surat Setkab beserta Nota Deplu lengkap.
  4. DS2019 (akan diberikan di kantor AMINEF).
  5. Confirmation Page dengan nomor barcode terbaru.
  6. Foto ukuran 5x5 sebanyak 2 lembar cetak (sebagai cadangan apabila diperlukan).
  7. KTP/SIM asli (bukan fotokopi) yang masih berlaku untuk ditunjukkan ke security Kedutaan
    Amerika.
  8. Membawa dokumen yang berkenaan dengan program (Terms of Agreement, Letter of Admission)
Dokumen yang harus diberikan :
  1. DS2019 yang asli
  2. Confirmation page DS106 yang sudah ditempeli foto di kanan bawah
  3. Passport
Saat wawancara perhatikan bahwa kita tidak diperkenankan untuk membwa barang elektronik besar ke dalam kedutaan. Handphone masih boleh meski harus dititip di securiy depan. Sebaiknya tidak membawa laptop dan barang elektronik lain, karena waktu itu ada teman yang lupa bawa laptop, akhirnya tidak boleh masuk. Kalo terlanjur bawa, maka sebaiknya sebelum wawancara dititip teman dulu atau bisa dititip di tempat penitipan barang di stasiun kereta Gambir yang dekat dari kedubes AS. 

Proses wawancara visa tidak akan berlangsung lama. Apalagi penerim beasiswa Fulbright biasanya lebih mudah. Kita hanya perlu masuk dengan mengikuti prosedur, kemudian ke loket 1 untuk menyampaikan maksud dan kemudian wawancara yang singkat. Sebaiknya kita kuasai informasi dalam formulir DS 109 dan DS 2019 supaya bisa menjawab langsung dengan myakinkan. Kalo tidak, maka akan banyak pertanyaan dari pewawancara untuk mengklarifikasi jawaban kita yang ragu.

Jika tidak ada masalah, dalam 3 hari kerja, visa kita sudah siap dan diantarkan ke AMINEF. Setelah itu, maka sebetulnya kita sudah siap berangkat, hanya yang tidak memiliki tiket yang gagal berangkat setelah fase ini. Kita tinggal menunggu hari, minggu atau bulan agar kita segera merasakan pengalaman belajar di AS. 

Demikian sharing dua hal ini dari saya, semoga membantu.

Semoga bermanfaat.

 




Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung