Ads (728x90)

Beasiswa Fulbright
Aplikasi beasiswa Fulbright
Dalam tulisan saya sebelumnya saya sampaikan bahwa memburu beasiswa adalah pekerjaan yang butuh tekad kuat dan proses yang lama. Saya ingin share pengalaman memburu salah satu beasiswa yang cukup lama di Indonesia dan prestisius, beasiswa Fulbright.

Saya mengejar beasiswa ini sejak Maret 2016 dan hingga setahun setelahnya (saya tulis postingan ini awal April 2017) proses beasiswa ini masih berjalan. Bayangkan setahun lebih dan belum selesai prosesnya. Dalam perjalanan memburu beasiswa kita ditantang secara mental, materil dan emosional untuk melewati berbagai proses dengan penuh kesabaran.

Saya juga sampaikan soal beasiswa itu soal jodoh. Karena secara intensitas saya lebih banyak mempersiapkan diri untuk daftar beasiswa AAS (3 kali) dan LPDP (2 kali) daripada Fulbright (1 kali). Jika dua yang pertama saya mandeg di tengah jalan (AAS sampai administratif, LPDP hingg seleksi wawancara), namun beasiswa terakhir mampu saya lewati sejauh ini hingga tahap penempatan kampus. Mohon doanya semoga lancar sampai berangkat dan selesai kembali studi. Karena banyak senior bilang, selama visa dan tiket belum di tangan, kaki belum menginjak negeri Paman Sam, maka status kita masih kandidat penerima beasiswa, belum jadi awardee.


Tahapan Beasiswa Fulbright

Menurut pengalaman saya, proses beasiswa fulbright secara sederhana dibagi pada beberapa tahap sebagai berikut :

1. Seleksi Administratif
2. Seleksi Wawancara
3. Pemenuhan Syarat Pendaftaran Kampus
4. Submission Plan: Pemilihan dan Pendaftaran Kampus
5. Medical Check Up
6. Pre Departure Training
7. Keberangkatan, Gateway dan Orientasi

Tujuh poin yang cukup panjang untuk dijalani. Sehingga banyak awardee sebelumnya yang menyampaikan selain ketahanan dalam menyiapkan aplikasi, amunisi yang diperlukan calon fulbrighter adalah kesabaran untuk menunggu berbagai progress dalam 7 tahapan di atas. 

Memburu dan mengamankan beasiswa fulbrighter laksana kisah Hercules dalam mitologi Yunani. Dalam missinya mencapai puncak Gunung Olympus, Hercules harus mengalahkan berbagai monster yang menghadangnya di tengah jalan. Nah macam itulah kira-kira...hehehe

Saya akan share pengalaman saya mengarungi tujuh tahapan ini. Terutama poin-poin penting yang perlu disiapkan dan diperhatikan. Tentu akan agak panjang. Dalam tulisan ini saya akan sampaikan previewnya saja. Untuk lebih detail saya akan bagi ke dalam beberapa postingan lainnya. Kalo sempet.


Yang Perlu Diperhatikan

Dari tujuh tahap diatas, sampai awal April 2017 ini saya sudah sampai nomor 4. Masih ada 3 tahap lagi yang harus dilewati. Dari empat tahap ini beberapa hal yang harus diperhatikan.

Ini adalah tahap awal yang harus dilewati. Tanpa lolos administratif maka 6 tahap selanjutnya sudah batal dengan sendirinya. Persyaratan awal yang harus dipenuhi adalah:

- Legalisir ijazah S1 atau sederajat dengan IPK tidak kurang dari 3.0
- Minimal dua rekomendasi (akademis dan profesional). Sarannya siapkan 3 rekomendasi karena di tahap selanjutnya diminta 3.
- Bukti kemampuan bahasa Inggris (IELTS minimal 6.5 / TOELF IBT min 90 / TOEFL ITP minimal 550)
- Dua essay soal Study Objective dan Personal Statement
- Curriculum Vitae
- Formulir beasiswa Fulbright
- Proposal penelitian, bagi doktor atau master yang ambil program riset

Berkas-berkas di atas harus dikirim dalam bentuk hard copy rangkap 3. Aplikasi fulbright memang masih rada old fashioned. Berkas-berkas dikirim hardcopy meski nantinya juga perlu dikirim dalam bentuk softcopy. Sebaiknya semua disimpan dalam bentuk pdf.

Dalam tahap ini rahasianya apa? sulit untuk dijelaskan. Intinya kombinasi dari keseriusan kita dalam menyiapkan berkas dan faktor hoki. Berkas anda akan diseleksi dari ribuan peserta yang mengirimkan berkas lengkap. Yang dipanggil wawancara hanya sekira seratus orangan. So, persiapkan berkas sebaik-baiknya


Jika lolos seleksi administratif maka anda akan dipanggil seleksi wawancara. Dalam prosesnya, yang lolos wawancara akan diminta submit berkas-berkas ke web fulbright secara langsung. Anda akan diminta membuat biosketch sebagai preview saat anda diwawancara. 

Saat wawancara akan ada panel 4 orang terdiri dari 2 interviewer lokal (aminef dan akademisi/alumni fulbright) dua interviewer dari AS (Fulbright/IIE dan Fulbrighter AS di Indonesia). Apa yang ditanyakan seputar berkas-berkas yang kita ajukan dalam aplikasi. Yang detail-detail saya tambahkan di postingan terpisah ya.

3. Pemenuhan Syarat Pendaftaran Kampus

Saat anda sudah lolos wawancara, rasanya seperti sudah setengah perjalanan. Memang proses seleksi terberat ada di dua tahap ini karena saringan utamanya disitu. Namun sebetulnya ini masih belum setengahnya mungkin sepertiganya. 

Untuk daftar ke kampus AS, kita harus menambah persyaratan lain selain berkas yang sudah disiapkan di tahap administratif. Beberapa berkas yang perlu ditambahkan dan dipersiapkan adalah skor TOEFL IBT disarankan 100, skor Graduate Record Examination (GRE), contoh tulisan dalam bahasa inggris minimal 20 halaman, proposal riset. 

Pengalaman saya tahap ini memenuhi GRE sama TOEFL IBT yang paling melelahkan. Saya harus tes beberapa kali untuk bisa memenuhi persyaratan.

4. Submission Plan: Pemilihan dan Pendaftaran Kampus

Setelah persyaratan cukup di tahap sebelumnya maka anda sudah siap daftar ke kampus AS. AMINEF akan membantu mendaftarkan ke 4 kampus. Tapi saran saya anda juga harus daftar sendiri ke kampus lainnya secara mandiri. Saya sendiri daftar sendiri ke empat kampus lain. Karena kita tidak tahu kampus mana yang akan menerima.

Tantangannya mengidentifikasi kampus dan jurusan dari sekian ribu perguruan tinggi di AS. Proses ini sangat penting karena akan menentukan akan dimana kita belajar nanti. Yang paling penting proses ini juga menentukan apakah anda dapat kampus atau tidak? jadi berangkat atau tidak? Ditambah lagi proses ini akan berlangsung selama berbulan-bulan. Paling cepat 3 atau 4 bulan. Saya akan share lebih rinci di postingan lain.

5. Medical Check Up dan Aplikasi Visa

Senior saya Irfan Amali pernaj nulis di bukunya bahwa masuk Amerika lebih susah daripada masuk surga. Ini terkait dengan banyaknya persyaratan untuk mendapatkan visa salah satunya soal kesehatan. Anda harus melakukan imunisasi seperti MMR, DPT, Polio dan pemeriksaan TB. Pemeriksaan kesehatan akan menjadi syarat aplikasi visa untuk belajar di AS. Saya sedang dalam tahap ini. Jelasnya dishare di postingan lain.

6. Pre Departure Training (PDO)

Setiap kandidat akan dibekali pemahaman terkait apa yang akan dihadapi selama perkuliahan dan kehidupan di AS. Dalam PDO ini yang akan didapatkan adalah soal sistem belajar dan budaya Amerika, juga kewajiban dan hak sebagai penerima beasiswa. Bentuknya training selama 3 hari di Indonesia. Saya belum sampai ke tahap ini. Informasinya baru akan dilaksanakan pada bulan Mei ini. Saya akan share belakangan ya.

7. Keberangkatan, Gateway dan Orientasi

Kalo sudah tahap ini maka anda kemungkinan sudah mengantongi visa dan sudah siap menginjakkan kaki di negeri Paman Sam. Sudah jadi awardee dari Fulbright. Perjuangan untuk lolos seleksi baru saja selesai. Namun sejatinya perjuangan sesungguhnya menimba ilmu di negara Donald Trump baru dimulai. Maka persiapkan timbaan yang paling besar untuk mengambil sebanyak mungkin pengetahuan yang bisa didapat. Jangan lupa juga serap etos dan kebiasaan baik dari lingkungan negara maju. Supaya beasiswa bisa bermanfaat sebesar-besarnya.

Nah jika tahap 6 anda mendapatkan orientasi di Indonesia, tahap ini anda akan mendapatkan orientasi di AS bersama dengan Fulbrighter dari negara-negara lain. Waktunya 3-5 hari di salah satu kampus di negara bagian lain. Bagi yang bahasa inggrisnya masih kurang akan mendapatkan orientasi tambahan untuk memperkuat kemampuan bahasa.

Penutup

Demikianlah gambaran ringkas proses seleksi beasiswa Fulbright menurut pengalaman saya. Ada banyak detail lain yang bisa saya share di tulisan lain secara lebih rinci. Semoga membantu anda dalam berburu beasiswa. 

Semangat ya!!!!

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung