Oke setelah beberapa lama vakum, saya lanjutkan lagi sharing pengalaman seleksi beasiswa fulbright. Bagi yang baru baca di posting sebelumnya saya share soal beberapa tahapan beasiswa fulbright, memilih kampus, persiapan dan tes bahasa serta beberapa poin lain.

Nah sekarang kita masuk pada langkah selanjutnya yaitu medical check up. Ini tahapan penting dan biasanya mereka yang sudah masuk tahapan ini berarti sudah diterima di kampus pilihan, selamat anda sudah punya kampus.

Kenapa Harus Medical Check Up? 

Nah biasanya kampus mensyaratkan calon mahasiswa untuk memenuhi pemeriksaan medis supaya dia dipastikan mampu mengikuti perkuliahan dengan baik. Selain itu saat anda aplikasi visa ada persyaratan minimum terutama kondisi kesehatan kita. Terutama bagi mereka yang hidup di negara berkembang seperti kita dan negara miskin, biasanya persyaratan jadi lebih ketat.

Karena standar kesehatan masyarakat yang berbeda antara negara maju dan negata berkembang. Misalnya ada beberapa penyakit yang masih jadi pandemi di negara berkembang tapi sudah jadi sejarah di negara maju.

Jadi ada persyaratan kesehatan minimal inilah yang harus dipenuhi. Aminef meminta selain medical check up standar, tes fisik tapi juga ada beberapa vaksinasi yang harus dipenuhi yaitu MMR (Mumps, Measless dan Rubella) DPAT dan Polio.

Tidak tanggung-tanggung dan tidak cukup sekali, MMR diminta 2 kali, polio 3 kali dan DPAT 3 kali. Bagi peserta yang punya catatan lengkap pernah mendapat vaksin tersbeut sebelumnya maka ia hanya perlu melengkapi sisanya saja.

Jadi saya share pengalaman medical check up ini, karena ini penting untuk memenuhi syarat penerimaan kampus juga untuk kelengkapan aplikasi visa nantinya.

Pengalaman Medical Check Up di RS Fatmawati

Melakukan medical check-up sebetulnya tidak terlalu susah. Karena AMINEF akan memberi kita form untuk diisi bersama dokter yang bertugas memeriksa kesehatan kita.

Pertama-tama bacalah formulirnya secara seksama, pastikan kita mengerti apa yang diminta. Saran saya banyak bertanya ke PIC kita di Aminef. Kedua, salah satu hal yang perlu dipastikan lagi adalah tempat melakukan medical check up karena dari formulir disarankan RS pemerintah. Tapi beberapa teman ada juga yang melakukan MCU di klinik dokter.

Berdasarkan pengalaman medical check up saya, untuk tes fisik dan pemeriksaan umum tidak membutuhkan waktu lama. Dengan satu hingga dua kali datang ke klinik maka semua urutan pemeriksaan  sudah selesai dilaksanakan.

Yang akan membutuhkan waktu ekstra adalah jika kita perlu vaksinasi lebih dari sekali. Karena dari satu vaksinasi ke vaksinasi selanjutnya butuh masa inkubasi 28 hari hingga satu bulan supaya vaksin bisa bekerja efektif.

Saya melakukan Medical Check Up di RS Fatmawati, tepatnya di klinik Bougenville di bangunan belakang. Di klinik inilah sebagian besar pemeriksaan dilakukan seperti audiometri, radiologi, tes darah dan urin, ekg, internist dan psikis.

Pemeriksaan lain yang lebih intense dilaksanakan di klinik khusus seperti tes mata, pernapasan dan hiv/aids. Selain itu saya juga diperiksa di klinik THT karena ada yang perlu diperiksa lebih lanjut terkait kondisi telinga saya.

Waktu Pelayanan Medical Check Up di Fatmawati

Untuk waktu pendaftaran di Bougenville yaitu jam 9-11 dan dilayani Senin-Jumat. Sebaiknya datang pagi-pagi supaya waktu pemeriksaan bisa lebih luang. Saya beberapa kali datang siang, hingga pemeriksaan molor sampai 3 kali datang.

Saran lain lebih baik cek dulu vaksinasinya dimana? Apakah medical check up bisa dilakukan plus vaksinasi atau belum? Karena proses vaksinasi akan memakan biaya dan waktu lebih banyak dibanding pemeriksaan yang lainnya.

Terkait vakasinasi seperti saya sebutkan dkatas kita akan melakukan vaksinasi MMR, polio dan DPAT. Vaksin MMR dan polio dikembangkan dari virus hidup yang dimodifikasi sehingga ia akan membuat antibodi untuk melindungi dari serangan virus sebenarnya.

Karenanya setelah melakukan MMR dan Polio yang pertama butuh waktu minimal 28 hari sebelum melakukan vaksinasi kedua. Jika kurang dari itu maka efektifitas vaksin nya akan melemah.

Selain vaksinasi kita juga akan diminta melakukan tes Mantoux atau IGRA tes untuk mengetahui apakah kita terjangkit TB atau tidak. Saran saya tes mantoux bisa dilakukan berbarengan dengan suntik MMR dan vaksinasi lainnya.

Siapkan biaya

Perlu dipahami bahwa AMINEF mengkategorikan medical check up sebagai bagian dari proses seleksi, karenanya biaya yang terjadi harus ditanggung oleh peserta. Karenanya kita harus siap sedia untuk keluar uang cukup banyak.

Di RS Fatmawati saya harus merogoh minimal 1,5 juta untuk pemeriksaan umum dan pembuatan laporan. Harga vaksin bisa lebih besar lagi, MMR bisa diatas 500-700 ribu, polio sekira 150-200 ribu dan DPAT sekira 350-500 ribuan.

Akan semakin berat jika  vaksinasi harus dilakulan lebih dari, silahkan dihitung sendiri...

Maka untuk tahap ini kita harus menyiaplan biaya yang cukup besar. Siapkan uang, pinjaman atau kartu kredit atau apapun hehehe. Memang menggapai mimpi sekolah keluar negeri selain kesabaran juga butuh biaya.

Daftat item yang dilakukan eksaminasi saat medical check up

1. Pemeriksaan Fisik

  • Tes Rohani/psikiatri
  • EKG
  • Bedah
  • THT
  • Paru
  • Bedah
  • HIV/AIDS
2. Vaksinasi

  • MMR
  • polio
  • DPT
  • Tuberkulin Test/ Tes Mantoux
Biaya sekitar 3,5 juta kurang lebih.

Oke begitulah sharing saya terkait pengalaman medical check up di RS Fatmawati. Semoga bermanfaat ...

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung