Sebagai salah satu skrup kecil dari rantai besar IPM saya mendapatkan kehormatan untuk memberikan testimoni di acara Resepsi Puncak milad IPM ke 59 tahun 2020.

Saya berpikir melihat tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi 4.0, maraknya politik identitias, euforia internet dan juga banjirnya konten di dalamnya yang perlu di verifikasi lebih lanjut, maka apa yang selama ini dikampanyekan IPM justru semakin relevan.

Di tengah zaman seperti ini dan tantangan abad 21, berpikir logis dan kritis sekaligus kreatif adalah salah kunci utama. Kemampuan berpikir adalah kekuatan yang utama. Dan setahu saya itu yang dikampanyekan oleh organisasi ini sejak lama. Dengan berbagai jargon gerakannya dari mulai 3T (Tertib belajar, tertib ibadah dan tertib berorganisasi), pelajar kritis transformatif, pelajar kreatif, isu literasi, isu pendidikan adalah tema-tema penting yang mesti terus dikampanyekan.

Tentunya juga harus dibarengi dengan upaya untuk membangun relevansi dengan basis gerakan pelajar yang ada sekarang. Meski dengan orientasi dan nilai gerakan yang sama, pola gerakan dan aktifitas harus menyesuaikan dengan generasi yang ada sekarang. Jangan sampai terperangkap dengan gap generasi sehingga packagingnya tidak nyambung dengan yang ada sekarang.

Selamat milad IPM ke 59, tetap jaya. 


Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung