Anak adalah kita. Apa yang dilakukan anak-anak kita adalah cerminan dari apa yang mereka lihat dan rasakan dalam interaksi dari rumah. Orang tua, Ayah dan Ibu adalah sekolah pertama dan standar moral yang akan diikuti oleh anak-anak. Ibu dan Ayah adalah role model pertama dan yang utama bagi anak-anak. Apa yang kita lakukan akan ditiru dan di adopsi oleh anak kita. Children see, children do. 

Anak yang dibesarkan dalam suasana yang mencekam akan merasa terancam dan bersiap diri menjadi agresif. Sebaliknya anak yang dibesarkan dalam penuh kasih akan memiliki cadangan banyak cinta untuk diberikan kepada siapapun. Lingkungan pertama dan utama adalah keluarga. Sebagai significant others yang dimiliki anak pada tahun-tahun awal perkembangan hidupnya. 

Maka tidak heran apa yang kita lakukan dulu saat kecil kemungkinan akan juga dilihat dalam gerak-gerik anak-anak kita sekarang. Mereka adalah fotokopi yang paling dekat dengan kita sebagai orang tua. Karena berinteraksi secara intensif setiap hari, juga karena mereka mewarisi karakteristik genetik dan biologis yang kita miliki. 

Kita bisa berharap anak menjadi baik, jika kita mencontohkan juga hal-hal baik di depan anak-anak. Dalam banyak hal orang tua memang harus pencitraan di depan anak. Bukan berarti mencoba menjadi orang lain saat di hadapan mereka, namun selalu berusaha menunjukkan dan mengajarkan kualitas terbaik yang kita miliki. Memliki anak juga berarti memiliki tanggung jawab untuk terus memperbaiki diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. 

Ini juga yang membuat orang-orang dewasa yang sudah menikah kemudian memiliki buah hati berubah menjadi pribadi yang lebih matang. Yang lebih mawas diri dan mampu mengontrol emosi secara lebih baik. Memiliki anak adalah revolusi fisik seseorang - terutama bagi wanita- dan juga revolusi mental yang mengubah kita menjadi pribadi yang lebih matang. Tidak semua orang merasakan itu, tapi sebagian besar mesti merasakan ada tanggung jawab yang lebih besar saat memiliki anak. Berusaha menjadi role model agar bisa mendidik dengan baik, atau setidaknya menjaga laku lampah agar tidak menempatkan keluarga dalam suasana yang penuh risiko. 

Pada akhirnya anak adalah fotokopi yang terdekat dengan kita. Kita dan segala apa yang kita laku dan tunjukkan di rumah di depan anak-anak akan mempengaruhi perkembangan kepribadian mereka. Juga sebaliknya, kehadiran anak juga mendorong dan memotivasi kita menjadi pribadi lebih baik dari diri kita sebelumnya. 




Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung