Kira-kira logikanya Anies itu gini, saham pemprov DKI di BUMD bir itu 26,3% senilai Rp. 1.2 T, dengan dividen Rp 38 milliar. Kenapa mau dijual? Tentu ada saja orang yang bilang ini alasannya politis, karena ingin menunaikan janji kampanye.



Tapi argumentasi lainnya sebetulnya menarik.
Pertama, Karena 38M itu tidak besar dibanding APBD DKI dari PNBP yang 6T. Financially insignificant. 1.2 T bisa jadi dana segar pemprov jika dijual.
Kedua, karena BUMD bir dianggap tidak ada sisi pembangunannya. Apa yang mau dibangun dari usaha bir buat rakyat jakarta?
Ketiga, opportunity cost, saham 26,3% yang hanya menghasilkan 38 M jika dicairkan maka bisa membiayai banyak proyek pembangunan.
1.2 T bisa dipake buat
- rehab 100 sekolah,
- atau air bersih untuk 1 juta rumah tangga,
- atau 240 bis transjakarta yang baru,
- atau 4 rumah sakit kelas A.
Kalo saya disuruh menilai, ini kebijakan yang cukup bagus. Nggak usah dilihat dari sudut pandang agama, purely aja dari sisi public policy.
Namun tentu ada banyak hal non teknis saat memutuskan. Termasuk soal-soal aspek politis.
Gimana menurut lo Tong? Lo setuju apa kagak?

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung