Jadi pejabat publik itu senyatanya harus siap mengambil keputusan yang sulit, dimana pasti ada pihak yang tidak puas terhadap kebijakan yang diambil. Karena sifatnya kebijakan publik diantaranya pasti akan mengikat siapapun yang ada dalam jurisdiksi dan juga pasti ada pihak terimbas secara positif atau negatif. Ada tradeoff juga ada konsekuensi lain yang terkadang membutuhkan kebijakan lain untuk mengurangi dampak buruknya. Gampangnya kebijakan apapun pasti ada yang memuji juga pasti ada yang membully.


Makanya kebijakan apapun yang diambil harus menghasilkan efek positif yang paling besar dari sekian opsi yang ada. Dalam dunia analisa kebijakan publik ada banyak tool yang dipake salah satunya Cost Benefit Analysis.  Suatu masalah biasanya bisa diselesaikan dengan banyak alternatif solusi, karna kebijakan bukan soal ujian matematika yang jawabannya hanya ada dua, benar dan salah. Namun semua alternatif harus ditimbang baik buruk, untung dan risikonya, bukan hanya dari segi dana dan sumberdaya tapi juga efek sosial dan kepentingan para stakeholder, keberlanjutan, keadilan dan lain sebagainya.

Dengan banyak pertimbangan ini saja memutuskan kebijakan kadangkala sederhana tapi juga bisa jadi hal yang rumit. Apalagi kalo juga dibumbui dengan kepentingan politik tertentu, yang seringkali tidak ada relevansi dengan substansi permasalahan. Semakin puyeng bin pusying. Maka pejabat publik memang harus juga pandai memilih dan memilah mana sebetulnya hal strategis yang perlu ditanggapi dan mana yang cukup diketahui.

Jangan sampai sibuk mematikan kebakaran karena banyak bawahan atau orang kepercayaan yang main petasan.

Bingung kan.... Silahkan disambung-sambungkan.
Btw chelsea imbang lawan barca, kapan persib juara.

Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung