Kemarin dosen saya menyitir soal besar kelas dan pengaruhnya terhadap efektifitas pembelajaran. Ada asumsi dasar yang sejauh ini diyakini orang tua bahwa kelas kecil lebih efektif daripada kelas besar. Meski kata dosen saya itu, asumsi ini tidak didasarkan pada penelitian yang mutawatir alias tidak didukung dengam bukti dari banyak penelitian. Penyebabnya karena banyak faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan murid selain besar kecilnya kelas.


Faktor lain itu tentunya adalah salah satunya gaya, paradigma, niat dan cara guru mengajar muridnya. Seperti kata temen saya bahwa guru paling utama karena dia yang akan mendelivery proses apapun kurikulum dan subjek pelajarannya. Nah kira-kira secara simple ada dua macem guru dalam mengajar, behaviorism dan konstruktifism seperti dijelaskan di link ini.

Sederhananya guru yang behaviorism akan lebih banyak ngetes dan menyampaikan sementara yang konstruktivism lebih banyak melibatkan secara aktif. Tentu dalam kenyataan dua macam ini tidak benar-binar hitam putih dan dikotomis. Karena bisa jadi seorang guru mencampurkan dua pendekatan ini secara proporsional.

Dua kategorisasi ini juga mengingatkan saya soal perbedaan instruktur dan fasilitator di dunia perkaderan IPM. Dan pengajar yang katakanlah instruktif behaviorist atau partisipatif konstruktifis bisa berhasil karena itu juga akan dipengaruhi karakter muridnya. Jadi banyak variablenya.

Jadi anda yang guru atau orang tua, gaya mana yang dominan anda lakukan?

Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung