Bagi banyak orang timur ngobrol soal seks itu tabu, risih. Sehingga pada akhirnya pembicaraan itu sepi di ruang publik. Bahkan berbicara soal masalah kekerasan dan pelecehan seksual pun dianggap kurang pantas. Sehingga banyak sekali diskusi di soal masalah ini yang tidak tuntas di ruang publik.


Padahal pembahasan soal ini tidak akan pernah sepi, tidak terhindarkan. Kemudian ia muncul menyelinap melalui sentilan ustadz, guru, atau guyonan di warung kopi yang agak menyerempet-menyerempet isu-isu kecabulan. Pembicaraan menjadi sekedar gimmick dan lucu-lucuan. Tidak menjadi diskusi serius, apalagi pembahasa kebijakan di masyarakat.

Salah satu contohnya adalah soal tarik menarik penting tidaknya pendidikan seks bagi anak-anak atau pelajar. Ditolak karena dianggap belum waktunya dan kurang etis. Padahal ada banyak esensi dan materi yang penting yang bisa dibahas dan perlu diketahui oleh generasi muda soal itu. Alih-alih mendapat keterangan dan penjelasan dari sumber yang kredibel, legal dan terbuka, informasi soal ini malah banyak didapat dari sumber lain yang abu-abu bahkan tidak tepat dan tidak bertanggung jawab.

Terakhir dan yang terbaru tentu soal mandegnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang tidak disahkan DPR pada periode kemarin. Padahal ada banyak sisi yang bisa didiskusikan seperti soal perlindungan dari kekerasan seksual. Soal ini saya pernah tulis di post blog ini dengan judul Title IX dan Mitos Jarang Diketahui Soal Sex di Amerika Serikat.

Di hari-hari terakhir setelah Piknik di Danau Stroud Run saya ngobrol ngaler ngidul soal isu ini. Saya share di video berikut ini. Silahkan dicek jika berkenan.

Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung