Ads (728x90)

Ada ungkapan yang terkenal di barat bunyinya "Blessing in Disguise". Artinya apes bukan berarti ngenes. Maksudnya suatu kejadian buruk belum tentu sebuah kesialan, karena bisa jadi ada hikmah yang luar biasa di dalamnya. Sebangun dengan peribahasa lain yang juga terkenal "Mendung tak berarti hujan", meski langit sudah menggelap belum tentu pasti pertanda air akan turun dari langit. Bisa jadi mendung itu hanya lembayung senja yang berarak di awan menyapa kita di waktu sore sebagai penutup hari yang dingin untuk hari esok yang cerah ceria.

Dua ungkapan ini cocok untuk menggambarkan pengalaman saya waktu mau berangkat ke Amerika Latin tahun 2016 yang lalu. Saya dan dua orang kawan (mba Ita dan mas Rahman) akan mengikuti Civil Society Week 2016 di Bogota. Memang dari sejak awal ada semacam keraguan apakah kami bisa punya dana untuk berangkat sehingga persiapan jadi agak mepet. Kemudian membuat kami melupakan detail kecil. Untuk tragedi kecil Bogota ini silahkan cek posting saya berikut ini ; ....

Singkat kata akhirnya saya harus mengubah penerbangan ke Bogota dari awalnya  transit di Tokyo, Jepang dan Dallas, AS menjadi transit di Istanbul, Turki dan London, Inggris. Ini terjadi karena kami tidak mengurus visa transit untuk Amerika Serikat, sehingga saat mau check in pihak Japan Airlines tidak memperbolehkan kami melanjutkan perjalanan daripada di suruh pulang balik saat mendarat di Dallas nantinya. 

Yah itulah nasib pemegang paspor Indonesia juga karena kebijakan imigrasi AS yang begitu ketat hingga mau transit beberapa jam pun dan tiadk keluar bandara harus aplikasi visa. Apalagi aplikasi visa AS ini tidak mudah, perlu waktu cukup banyak minimal 2 - 3 minggu dari proses pengajuan, wawancara hingga mendapatkan kepastian visa kita diterima atau ditolak. Dan karena waktu mepet, juga sebetulnya ini alasan yang utama, karena kami tidak tahu urusan itu, sehingga kami tidak mengurusnya.

Masuk ke Turki juga harus urus visa. Namun berbeda dengan AS, kita bisa mengurusnya dengan lebih cepat, cukup upload beberapa dokumen terutama passport dan detail perjalanan. Bisa dilakukan hanya dalam 1 hari sudah selesai.  Nah di postingan ini saya ingin saya share pengalaman di aplikasi Turki. Berikut beberapa gambarannya :

1. Kunjungi Web Aplikasi Visa Turki Elektronik

Alamatnya disini https://www.evisa.gov.tr/en/ di web itu anda akan menemukan halaman seperti ini:


seperti terlihat dari gambar ini ada tiga langkah yang harus dilalui kirim dokumen aplikasi, bayar biaya dan visa sudah di download. 

2. Mengisi Aplikasi dan Data

Di bagian aplikasi ini beberapa hal yang akan ditanyakan standar dari mulai asal negara, jenis pasport, dan data diri. Saya capture gambarnya seperti di bawah ini :




Sangat sederhana sekali aplikasinya, anda hanya butuh waktu 5 menit saja cukup untuk mengisi ini. Jika sudah selesai maka kita akan mendapatkan email konfirmasi dan haru mengapprovenya. Seperti ini tampilan di email kita :


Jika sudah di approve email ini tinggal bayar biayanya sekitar $25.7 dan visa kita berlaku untuk 180 hari dan kita bisa tinggal di Turki paling lama 30 hari. 

Catatan yang lain aplikasi ini harus segera dibayar, dan jika tidak di follow up atau dibayar dalam 2 hari maka aplikasi ini akan dicancel secar otomatis. Sekarang kita bisa bayar dengan memakai kartu kredit seperti ini :


Jika sudah dibayar maka visa sudah bisa kita download di halaman web ini atau di kirim ke email kita. Visa turki seperti ini :

Kalo sudah dapat ini maka aplikasi visa sudah selesai. Anda bisa print dokumen ini dan ditunjukkan di imigrasi saat mendarat di Istanbul. 

Terakhir saya share video saat transit disana. Meski beberapa jam saja, saya sempat datang ke beberapa tempat. Semoga bermanfaat.


Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung