Salah satu fasilitas yang disediakan bagi mahasiswa di OU adalah fasilitas olahraga yang cukup lengkap. Dari mulai lapangan sepakbola, lapangan softball, basket, volleyball, tenis meja, football, kolam renang hingga fasilitas serbaguna untuk jogging yang dilengkapi dengan fitness center dan papan panjat dinding. Semua fasilitas bisa digunakan secara gratis bagi semua mahasiswa yang terdaftar aktif di semester yang berjalan.

Bagi mahasiswa yang rajin berolahraga maka berbagai fasilitas itu memanjakan dan memenuhi kebutuhan mereka. Maka hampir setiap hari arena olahraga itu digunakn secara rutin oleh mahasiswa. Men sana in corpore sano, dalam tubuh yang kuat akan ada jiwa yang sehat. Saya kira lengkapnya fasilitas olahraga ini tentu ada kaitannya dengan tuntutan dan standar pendidikan disini yang sangat ketat. Jangankan di kampus atau sekolah tinggi, di sekolah menengah (middle school dan high school) sekalipun fasilitas olahraga dipenuhi dengan layak.

Hal lain karena cara pandang terkait kesehatan juga sudah lebih maju di kalangan masyarakat. Olahraga menjadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat. Apalagi soal penampilan fisik menjadi sangat penting dan olahraga termasuk fasilitas olahraga adalah salah satu syarat utamanya.

Saya sendiri termasuk orang yang suka berolahraga. Setidaknya dulu zaman masih di pondok. Namun tidak saat kuliah S1 di UIN Jakarta. Semakin bertambah usia semkain payah kebiasaan berolahraga. Maka ketika melanjutkan studi di Ohio University dan disuguhi fasilitas yang cukup lengkap kebiasaan olahraga coba saya tingkatkan lagi. Dengan berenang atau main futsal. Terutama di semester akhir menjelang program selesai.

Satu hal yang saya sesali adalah baru ketemu klub futsal mahasiswa graduate (kebanyakan dari Nepal, Arab, latin dan paling banyak dari Afrika) di tahun terakhir saya di Athens. Setelah kenalan dan gabung dengan grup temen-temen ini setidaknya kalo kuat dan ada waktu setiap Selasa sore dan Kamis selalu ada main bareng futsal di lapangan hockey di depan rumah sakit Oblennes deket kampus sebelah barat. Jadilah selama bulan-bulan terakhir jadi aktfis futsal. Setidaknya dua kali dalam seminggu saya gabung main bersama mereka.

Alhasil, karena futsal rutin, diselingi berenang, bersepeda dan jalan kaki ke kampus membuat aktifiras fisik syaa cukup bagus. Sebelum pulang, badan terasa lebih ringan dan timbangan turun tekor 10 kg. Setelah pulang ke Indonesia apakah kebiasaan ini bisa dipertahankan? Nggak yakin. Setidaknya menahan untuk tidak memeralkan badan kembali.

Salam olahraga.



Video saat sedang olahraga di Ping Center Ohio University tapi dua kali alarm kebakaran bunyi. Akhirnya pertandingan eksebisi dengan teman-teman dari Nepal dan Jepang harus bubar di tengah jalan. 

Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung