Menulis itu mencerahkan. Membuat lega, membuat puas.

Begitu pendapat saya. Menuliskan sesuatu, apapun itu, akan membuat perasaan lega. Menulis itu berekspresi, proses mengalihkan satu gagasan, perasaan, ide, tanggapan dari pikiran ke media lain yaitu tulisan.

Mengalihkan sesuatu dari satu tempat ke tempat lain akan membuat jarak. Sehingga tulisan sang penulis sudah bukan miliknya saat keluar dari pikiran ke media lain. Ia kini bisa membuat jarak, mengkritisi bahkan menganalisa tulisannya sendiri. Penulis itu sudah mati, meski diri anda yang mencurahakan dan mengkreasi, tetapi tulisan anda sudah berdiri sendiri.

Itu juga yang membuat perasaan anda lega setelah menulis. Ingat saya bicara tulisan dalam arti luas, bukan artikel, tulisan serius, essay atau berita. Apapun tulisannya, tentang apapun dan dalam hal apapun ia sudah berdiri sendiri.

Makanya jika anda sedang galau, menulis itu salah satu terapi. Menuliskan curahan hati, gundah gulana dan kegalauan. Menulis bisa membantu mengurai benang kusut dan keruwetan yang semrawut di dalam benak. Jika sedang punya masalah tuliskanlah, setelah itu anda sendiri bisa menjadi konsultan untuk mendapatkan solusi dari diri anda yang menulis tadi.

Menulis juga alat untuk mengikat dan menambahkan ilmu. Daya ingat dan memori manusia terbatas, kalah sama komputer yang bisa menyimpan data berjuta giga bahkan tera. Sementara ingatan kita menyimpan rapat memori dan hanya menyajikan hal yang sedang dan ingin diingat saja.

Dengan menulis anda membantu otak anda untuk tidak mengingat dan menyimpan informasi.

Tidaklah heran dalam peribahasa arab disebutkan
Ilmu itu binatang buruan
Dan menulis adalah tali kendalinya
Maka ikatlah binatang buruan anda 
Dengn tali yang kokoh

Jelas sekali bahwa anda menulis untuk mengabadikan. Menulis membuat manusia bisa melampau era, waktu dan millenia.

Jadi tulis, catat dan anda sudah memperpanjang eksistensi anda pada manusia-manusia yang akan datang.

Post a comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung