Ads (728x90)



Belajarlah untuk mencapai kesempurnaan, bukan sekedar untuk mencapai nilai atau gelar!”
Ranchodas Syamaldas Chancad

sebenarnya untuk apa kita belajar? Ini mungkin pertanyaan mendasar yang menjadi latar belakang segala keusilan dan tindak tanduk rancho (Amir Khan) saat ia menjalani masa kuliah di Imperial College of Engineering. Rancho adalah mahasiswa yang unik, aneh namun cerdas dan cepat dalam bertindak. Ia tidak sepakat terhadap system pendidikan yang hanya mengagungkan prestasi bukan penemuan. Bagi Rancho belajar adalah menemukan pengetahuan baru dan membebaskan diri. Karena pandangannya inilah ia menantang system mapan yang telah berlaku dari generasi ke generasi di kampusnya.

Bersama 2 temannya Raju Rastogi (Sharman Joshi) dan Farhan Qureishi (R Madhavan) ia berulah dan mencoba menyadarkan sekitarnya bahwa metode belajar yang diberlakukan selama ini adalah salah. bagi Rancho hidup adalah untuk mencari kebahagiaan, dan kesempurnaan. Hidup bukanlah soal untung dan rugi namun disana ada nilai dan idealisme yang ingin diwujudkan. Diantara orang yang selalu berseberangan dengan cara pandang randho Adalah Veeru Shahastrabudhi, rector ICE yang sangat ketat dan kejam terhadap mahasiswa. Bagi Veeru (Borman Irani) hidup adalah persaingan, maka setiap orang harus berusaha untuk menjadi yang terbaik. Sehingga setiap orang harus senantiasa berlomba untuk menjadi yang terbaik dengan cara apapun.

Ada beberapa kritikan dari film ini terhadap dunia pendidikan, diantaranya. Bahwa Pendidikan itu harus menghargai keunikan dan bakat setiap individu. Dalam film tersebut Rancho menyadarkan teman-temannya untuk memaksimalkan potensi masing-masing. Farhan yang sebetulnya berbakat secara visual dan memiliki keahlian dalam bidang fotografi selalu gagal ketika dipaksa untuk menjadi insinyur. Dia selalu menjadi juara pertama dari bawah dalam setiap ujian yang diikuti di kelas. Kritikan yang lain adalah bahwa berpendidikan bukan masalah untung dan rugi, namun yang penting adalah memaksimalkan potensi dan mendapatkan kebahagiaan, meskipun ada dalam keterbatasan namun jika bahagia maka semau akan terasa indah.

Kritikan yang kedua adalah bahwa motivasi belajar seharusnya didasari dengan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, mendapat ilmu baru bukan sekedar untuk lulus ujian dan yang lainnya. Maka sekedar menghapal materi pelajaran tanpa memahaminya dengan baik adalah salah besar. Dalam sebuah adegan ditunjukkan bagaimana Cathur Ralingam yang belajar hanya sekedar untuk mendapatkan nilai yang baik dan sekedar menghapal ternayata harus malu dihadapan umum karena pidato yang dibacakan ternyata tidak sesuai denga yang dia pahami.

Hal lain yang lebih penting dari pesan yang ingin disampaikan film ini adalah bahwa nilai dan idealisme harus tetap dijaga dengan sebaik-baiknya. Bagaimana Rancho, dan Farhan membantu Raju sahabatnya ketika ayahnya sakit walaupun harus mengikuti ujian, atau ketika Raju dipaksa membuat surat DO untuk Rancho namun dia malah memilih untuk loncat dari gedung dan adegan lain ketika Rancho dan Farhan mencoba menghibur dqan membangkitkan Raju dari koma yang berkepanjangan karena loncat dari gedung. Beberapa adegan ini ingin menunjukkan bahwa persahabatan, kekeluargaan, kemanusiaan dan keberpihakan terhadap kebenaran adalah hal yang perlu juga ditanamkan dalam pendidikan. Bahwa pendidikan karakter itu penting dan pendidikan selain mengisi otak juga harus mengisi hati dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Dan tanpa attitude dan komitmen terhadap semua hal ini maka sebenarnya seseorang belum khatam kemanusiaannya karena ia hanya akan menjadi orang yang menguntungkan diri sendiri tanpa memberi manfaat kepada orang lain.

Masih banyak pesan lain yang bisa diambil dari film ini. Dan mmm sebenarnaya saya ga terlalu suka dengan film India, namun untuk yang satu ini, it is highly recommended. Memang masih ada goyang indianya, dan sedikit kisah percintaan  dan yang pasti anda akan terpingkal dan termenung melihat film ini. Just watch it lah, ga bakal nyesel….

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung