Ads (728x90)

Donald Trump yang digdaya dengan menggoreng isu rasis berhasil mengkavling satu tempat di primary Konvensi Partai Republik. Dulu tidak ada liputan soal pilpres AS kecuali isinya parade statemen DT di media. Tidak ada ruang bagi calon lain, Hillary sekalipun. Popularitas Trump bahkan lebih dr Obama. Meskipun tone pemberitaan negatif dan positi, tapi publikasi apapun isinya, tetap publikasi.

Trump baru kelihatan menurun saat sudah masuk Pemilu nya. Saat musim kampanye presiden dimulai dan menyisakan Trump vs Hillary Clinton. Banyak skandal buruk dari masa lalu DT yang terungkap. Dalam 3 kali debat publik DT tidak bisa bangkit dan selalu kalah dari Hillary. Posisi terkahir berbagai polster di AS memprediksi DT sudah tertinggal 9% dibanding Hillary. Dan kemungkinan bisa kalah.

Apakah ini juga akan terjadi di DKI? Paska masuk masa kampanye baru calon lain bisa menyerang petahana? Karena sejauh ini strategi petahana mengkavling perhatian media sudah seperti DT di primary partai republik.

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung