Ads (728x90)


Melakukan perjalanan ke luar negeri selalu menyimpan banyak cerita unik. Itu pula yang terjadi saat pada akhir April hingga awal Mei 2016 aku berangkat ke Bogota, Kolombia. Perjalanan kedua kalinya ke benua Amerika setelah beberapa tahun lalu mengunjungi AS. Perjalanan kali ini menjanjikan pengalaman baru karena akan menjadi pengalaman pertama ke Amerika Latin, di bagian selatan benua Amerika.

Aku berangkat kesana dalam rangka mengikuti International Civil Society Week (ICSW) 2016. ICSW adalah forum rutin berkumpulnya elemen masyarakat sipil di tingkat internasional untuk membahas berbagai isu yang berkembang di dunia pergerakan internasional. Acara ini digagas oleh Civicus, sebuah lembaga masyarakat sipil di tingkat internasional dengan tuan rumah Confederacion Ciudad Organizacion de Non Gubermental (CCONG) di Kolombia. 


Peserta yang hadir menurut panitia ada lebih dari 500 orang terdiri dari NGO dan INGO, personal dan akademisi. Perjalanan yang menarik karena benua Amerika ada tepat di belakang bagian dunia yang kita tempati. Sehingga untuk sampai kesana perlu waktu yang cukup lama. Tidak kurang dari 23 jam waktu yang dihabiskan untuk berada dalam pesawat. Ditambah lagi dengan transit di beberapa negara maka waktu tempuh perjalanan ini mencapai kurang lebih 30 jam.


Terkait acara konferensinya sendiri aku pernah bikin beberapa catatan di wall facebook ku berikut ini :
Hari pertama di ‪#‎ICSW2016‬ Bogota.
Dalam era pembangunan berkelanjutan SDGs, masyarajat sipil memiliki peluang yang sangat besar untuk berpartisipasi. Salah satu tujuan SDGS no 16 adalah titik masuk, peluang dan pengakuan keterlibatan masyarakat sipil. Saat ini bahkan sudah ada jaringan CSO yang membuat toolkit untuk tujuan ini, bisa dicek di tapnetwork2030.org
Di sisi lain civil society di tingkat global juga mendorong adanya Civic Charter untuk mensiasati menyusutnya kesempatan dan pelibatan (shrinking space) dr CSO dalam proses oembangunan.
Peluang lain bagi CSO adalah munculnya philantrophy dari dunia bagian selatan karena ledakan kelas menengah. Peluang untuk keterlibatan CSOs terbuka lebar. Tentu masih ada catatan disana sini.
So semua juga tergantung kepada kemampuan CSOs untuk mendapat kepercayaan dari publik.
Bogota 27 April 2016

Hari kedua di Bogota, hari ketiga ICSW
Sesi hari ini semua acara diselenggarakan di Unibersidad del Rosario. Sesi pagi membahas perkembangan pola leadership baru di abad 21. Memamparkan dua hasil penelitian dari Rhize soal trend pola pelibatan anak muda di gerakan sosial dan lembaga non profit juga di CSO.
Dua hal yang menarik bahwa kesadaran untuk melibatkan anak muda dalam proses perubahan semakin meningkat. Begitu pula dengan cara dan metodenya. Peran teknologi dan utamanya sosial media meningkatkan ketidakpuasan anak muda terhadap pemerintah.
Namun proses pelibatan ini juga masih bervariasi dengan berbagai mindset melihat anak muda. Faktor yang mendorong mereka aktif juga dipengaruhi eh dukungan orang tua, komunitas, pengalaman dan pendidikan. Pun dengan peran dalam masyarakat yang dipilih juga beragam dari mai profesional, volunteer, atau aktifis sosial.
Perubahan setting ini juga mempengaruhi organisasi tradisional untuk mengubah pola gerakannya.
‪#‎ICSWIndonesia‬ ‪#‎ICSW2016‬ ‪#‎Bogota‬
Bogota 28 April 2016

Beberapa foto dan pemandangan aku abadikan juga di instagram:



Perjalanan mengikuti ICSW adalah salah satu pengalaman yang menarik. Karena di sana kita bisa bertemu banyak sekali tokoh-tokoh pergerakan sosial yang aktif di NGO dan beberapa LSM Internasional. Paling tidak banyak sekali isu baru yang bisa diikuti dalam pertemuan sesi di ICSW.

ICSW juga memberikan pesan bahwa kebebasan yang dirasakan oleh masyarakat sipil di banyak negara seperti negara kita, adalah sebuah kemewahan. Karena di banyak negara lain, kebebasan seperti yang kita miliki saat ini adalah barang langka.

Selain soal isi konferensi, kesan dan keindahan Kota Bogota juga menjadi cerita sendiri. Kota ini menarik karena pernah dideklarasikan sebagai salah satu kota dengan penduduk yang berbahagia. Kota ini juga dikenal dengan pengaturan lalu lintas yang cukup baik, terutama dijadikan sebagai benchmark pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan sistem monorail dan Busway nya. Tapi tentu tidak bisa di share dalam satu tulisan ini. Kapan-kapan akan saya tulis secara khusus.

Yang pasti pengalaman berkunjung ke Bogota memberi pengalaman dan gambaran dunia lain terutama di daerah Amerika Latin. Menarik sekali, tunggu posting lainnya ya.

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung