Ads (728x90)


Suasana Pemberian Pengarahan Soal Lalu Linta di Jalan Raya, Bagian dari rangkaian pembuatan SIM di Polres Cianjur
SIM (Surat Ijin Mengemudi) adalah prasyarat penting bagi siapapun yang ingin mengendarai kendaraan di jalan raya. SIM adalah bukti kompetensi seseorang untuk mengendarakan kendaraan dengan baik dan aman. Sehingga ketika ia berkendara diharapkan tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Jenis SIM yang dibutuhkan berbeda-beda bagi setiap pengendara bergantung kepada jenis kendaraannya. Pengendara motor wajib punya SIM C, sedangkan pengendara mobil perlu SIM A. Disamping itu ada SIM jenis lain untuk para pengendara angkutan umum dan kendaraan lainnya. Untuk mendapatkan SIM kita harus mengikuti ujian di Polres setempat. 
Sebetulnya saya sudah pernah punya SIM C untuk motor pada 2009 yang lalu. Namun tahun 2014 kemarin, SIM C saya habis masa berlakunya.  Saya sempat memperbaharuinya lagi karena waktu itu  KTP sudah berubah dari Garut ke Cianjur, sementara sekarang saya tinggal di Depok. Padahal pemilik SIM diharuskan memperbaharui SIM nya paling lambat 3 bulan setelah jatuh tempo. Jika tidak maka harus membuat SIM baru lagi. 

Nah karean itu, kemarin waktu mudik ke Cianjur saya sempatkan sehari untuk membuat SIM C di Polres Cianjur. Berikut saya share penglaman saya disini, semoga bermanfaat.

Tahapan Pembuatan SIM
Untuk mendapatkan SIM ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Diantaranya adalah :
- Melengkapi persyaratan administrasi
- Ujian teori, dan 
- Ujian praktek

Persyaratan Administrasi
Kelengkapan persyaratan membuat SIM C sebetulnya sangat sederhana yaitu surat keterangan sehat dari dokter dan fotokopi KTP dua lembar. Untuk keterangan sehat biasanya di setiap Polres ada dokter yang memang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan. Maka untuk persyaratan ini sebetulnya tidak sulit dipenuhi. Kendalanya adalah karena masyarakat yang membuat SIM itu banyak, biasanya terjadi antrian panjang di tempat praktek dokter yang ada di Polres. Saran saya jika ingin menghemat waktu, bisa saja membuat surat keterangan sehat dari dokter di luar Polres. 

Biaya pembuatan kartu keterangan sehat di Polres Cianjur kemarin adalah Rp. 20.000,-. Sedangkan untuk biaya pembuatan SIM C baru adalah Rp. 100.000,- yang dibayarkan di akhir proses setelah peserta ujian dinyatakan lulus ujian teori dan ujian praktek.

Ujian Teori
Untuk ujian teori juga sebetulnya tidak terlalu sulit. Karena sebelum mengikuti ujian teori, semua peserta ujian SIM biasanya diberikan pengarahan terlebih dahulu seputar lalu lintas jalan dan pentingnya keselamatan berkendara. Pengarahan atau pencerahan (istilah di Polres Cianjur) dilakukan selama kurang lebih satu jam yang wajib diikuti oleh peserta uji SIM karena merupakan amanat Undang-undang. Di proses ini sebetulnya semua materi yang akan diujikan sudah kita dapatkan. Bahkan sebagian besar pertanyaan uji teori dijadikan sebagai simulasi latihan ujian. Sehingga besar kemungkinan peserta uji bisa melewati tahap ujian teori ini dengan baik.

Pertanyaan yang diujikan di Ujian Teori adalah seputar pengetahuan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, aktivitas berkendaraan yang baik serta gerakan dan isyarat polisi lalu lintas. Pertanyaan yang diujikan berjumlah 30 buah dimana setiap peserta disyaratkan menjawab minimal 24 pertanyaan dengan tepat agar bisa dinyatakan lolos dalam ujian ini. Alhamdulillah untuk tes teori ini saya lulus dengan nilai 27/30. Lumayan! Di Polres Cianjur peserta uji yang bisa menjawab betul 100% bahkan dihadiahi yang 100 rebu. Lumayan buat biaya administrasi.

Ujian Praktek
Nah bagi yang lulus ujian teori maka ia berhak mengikuti ujian Praktek. Ujian ini sebetulnya yang paling menantang. Dalam ujian ini peserta ujian dites kemampuannya dalam mengemudikan kendaraan dengan baik. Tes yang harus dilalui adalah tes keseimbangan, tes berputar balik tanpa menurunkan kaki, tes berhenti mendadak (penguasaan rem), tes gerakan zigzag dan tes membuat gerakan angka 8 yang juga tidak boleh menurunkan kaki. 

Tes-tes diatas memang membutuhkan skill berkendaraan yang luar biasa. Dan dalam tes praktek inilah saya kemudian gagal.  Karena saat balik arah, zig zag dan gerakan angka 8 kaki saya turun. Jelas skill berkendara saya tidak sebaik kebutuhan ujian ini. Meskipun saya ngedumel dalam hati bahwa sebetulnya tes nya terlalu sulit. Tes diatas lebih kepada cara untuk menguji skill para pengendara akrobat motor 'Tong Setan' dari pada tes bagi pengemudi kendaraan di jalan raya hehehe. 

Dalam tahap ini ada keanehan juga. Karena dari sekian peserta yang mengikuti ujian teori, tidak lebih dari 20% yang mengikut ujian praktek. Anda tahulah bahwa kasus ini rahasia umum. Di tahap ini anda digoda untuk memanfaatkan 'bantuan' agar bisa skip ke tahap selanjutnya dengan biaya hingga 3x dari biaya seharusnya. Meskipun sebetulnya kita masih punya pilihan untuk mengikuti tes lewat jalur normal meski risikonya harus gagal sampe 3 kali. Saya coba pilihan yang kedua. 

So, begitulah pengalaman saya. Intinya meskipun diklaim proses pembuatan SIM di negeri ini lebih simple dibanding negara lain dari segi biaya dan tahapan-tahapannya, namun dalam praktek masih banyak tawaran untuk mempermudah prosesnya. Tapi percayalah, bisa kok kita bikin SIM sesuai prosedur. Meskipun baru gagal saya yakin bisa dapat SIM dengan 'normal'. Bagi yang belum punya SIM, ayo semangat.

Post a Comment

  1. wuih keren gan caara pengurusannya,, ane juga baru buat kemaren, baca juga pengalaman ane gan http://imuelputra.blogspot.co.id/2016/01/cerita-pengalaman-mengurus-sim-c-sangat.html

    ReplyDelete

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung