Ads (728x90)


 
Tahun ini untuk kesekian kali aku berkesempatan untuk pergi keluar negeri. Kali ini adalah untuk mengikuti Th 45Th World Lung Conference di Barcelona dari 28 Oktober – 1 Nopember 2014. Yang mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang berkecimpung dalam bidang yang akan dibahas dalam conference, tidak jauh sekitar kesehatan, terutama yang terkait dengan kesehatan paru-paru. Dalam konteks ini yang menjadi tema utama dalam konferensi adalah soal TB, HIV dan Pengendalian Tembakau.
Untuk mengikuti kegiatan seperti ini sebetulnya ada beberapa peluang yang bisa ditempuh. Misalnya jadi pembicara di sesi pleno, sesi komisi khusus atau mengajukan abstract penelitian atau kegiatan. Dan prosesnya biasanya terbuka bagi siapa saja. Yang paling banyak ditempuh biasanya melalui proses pengajuan abstract, karena pembicara suatu sesi biasanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah dianggap sebagai expert dan persyaratan untuk itu cukup berat. Nah untuk abstract kita bisa mengirimkan abstract dari hasil penelitian, pengalaman proses advokasi ataupun karya ilmiah seputar isu-isu di dalam conference. Proses pengiriman abstract biasanya dilakukan sejak satu tahun sebelumnya. 
Untuk 46th World Lung Conference kali ini, alhamdulillah saya bisa ikut.  Saya mengirimkan abstract soal penelitian persepsi masyarakat terhadap aksesi FCTC yang pernah dilakukan IISD bekerjasama dengan Lemlitbang Uhamka. Singkat kata, setelah abstract saya diterima dan ditentukan dapat berangkat maka banyak hal yang harus disiapkan dari mulai yang bersifat teknis ataupun hal lain yang lebih substantif.
Nah hal hal kecil ini perlu diperhatikan. Karena Evil is in detail, seringkali hal-hal yang kecil justru yang menentukan keberhasilan upaya kita. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus disiapkan untuk mengikuti kegiatan ini.
Mengurus Visa
Mengikuti konferensi di luar negeri berarti berkunjung negara lain dan itu memerlukan visa atau ijin untuk memasuki wilayah teritori sebuah negara. Untuk beberapa negara yang masih satu regional terkadang visa tidak diperlukan karena biasanya sudah ada nota kesepahaman antar negara di wilayah tersebut, sehingga orang bisa masuk ke negara di wilayah tersebut dengan leluasa. Seperti misalnya kita di Indonesia bisa pergi ke negara-negara di kawasan ASEAN tanpa memerlukan visa. Begitu pula orang yang berpaspor negara di Uni Eropa, bisa bebas keluar masuk negara-negara uni eropa lainnya.
Visa diperlukan jika kita akan pergi ke negara lain yang tidak memiliki perjanjian bebas visa. Seperti saat ini saya berkunjung ke negara Spanyol yang masuk salah satu kawasan Uni Eropa maka satu syaratnya harus mengajukan visa.
Spanyol termasuk ke dalam kawasan negara Schengen, apa itu Schengen? Negara schengen adalah 26 negara di kawasan eropa yang sudah menghilangkan passport dan instrumen perbatasan lain diantara mereka. Sehingga diantara sesama penduduk negara-negara schengen tidak memerlukan passport untuk saling berkunjung dan pengendalian perbatasan lainnya. Untuk daftar negara-negara yang masuk negara schengen bisa dilihat daftarnya disini.
Sehingga untuk masuk ke negara-negara di wilayah Shcengen, kita cukup mengurus satu jenis visa saja. Nah ada satu fakta yang baru dalam pengalaman ini. Jika dulu waktu ke amerika sy harus mengurus visa harus ke kedutaan amerika maka kali ini ternyata bisa melalui biro jasa. Biro jasa yang saya gunakan adalah VFS Global yang kantornya ada di Kuningan City. Agensi ini cukup terkenal karena selain menerima pengajuan visa untuk negara-negara di kawasan Schengen, biro ini juga menerima pengajuan visa bagi negara-negara lain.
Untuk mengajukan visa ke negara schengen, pertama-tama kita browsing persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk mengaplikasi visa scengen. Ternyata persyaratannya cukup banyak seperti kita harus sudah punya keterangan jelas acara apa, kapan, siapa pengundanganya dan detail acara yang lainnyya. Belum lagi kebutuhan pasport dan lain sebaganya, foto yang harus standar. Dan yang penting juga disyaratkan untuk memiliki persyaratan khusus lain seperti asuransi perjalanan, deposit dana untuk uang bekal dll. Berikut beberapa syarat untuk aplikasi visa schengen :
1.     Passport yang masih berlaku minimal 3 bulan
2.     Undangan acara dan jadwal acara
3.     Kontak dan nama penyelenggara acara
4.     Asuransi perjalanan
5.     Kejelasan akomodasi bukan hanya booking
6.     Uang minimal seharg 580,77 euro per orang atau lebih jika mau tinggal lebih dari 9 hari
Persyaratan lebih lengkap bisa cek disini.
Proses pembuatan visa cukup mudah. Jika persyaratan semua sudah lengkap bisa buat janji temu melalui website VFS dan datang pada jam dan waktu yang ditentukan. Jika tidak ada kendala maka akan diminta tes bio marker dan dalam 5 (lima) hari selanjutnya visa kita sudah selesai dan bisa diambil. Bahkan di VFS ada fasilitas sms dan diantar dengan biaya tambahan yang masih reasonable. Sehingga jika visa sudah bisa diambil kita akan mendapatkan notifikasi melalui sms atau email. Tidak perlu menunggu dengan harap-harap cemas,
Untuk biaya pembuatan visa berkisar antara 1,4 juta rupiah. Ada banyak yang mengurus visa pake jasa agensi atau yang lainnya tapi tentunya kita harus siap juga untuk memberikan tips atau imbalan dari jasa yang dipakai. Tapi menurut saya mengurus visa ini tidak terlalu sulit. Jika kita punya cukup waktu mengurus sendiri secara online juga bisa dilakukan.

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung