Ads (728x90)



Suatu ketika tubuh mungil anakku merah-merah di beberapa bagian tubuhnya. Beberapa bagian di punggung, sekitar tangan dan dahinya memerah. Mukanya pun agak sedikit sembab. Entah karena apa? Di saat malam tiba pun tidurnya tidak nyenyak. Di tengah malam gulita saat semua orang sudah tidur, ia terbangun dan menangis. Mungkin serasa panas di tubuh dan selalu ingin minum. Beberapa waktu hidungnya juga sering meler. Kasihan sekali bayi sekecil itu harus diganggu dengan ketidaknyamanan, susah tidur, selalu haus dan gatal-gatal di tubuhnya. Aku dan istri panik menghadapi hal ini. Apa yang terjadi dengan anakku?

Gatal, panas, ruam kulit adalah salah satu gejala alergi pada bayi. Gejalanya bisa bermacam-macam, terkadang ada juga yang disertai dengan bersin dan batuk-batuk. Setiap orang tua pasti akan merasa khawatir menghadapi masalah ini. Namun menjadi panik tentu bukan sebuah penyelesaian. Namun bagi mereka yang baru memiliki anak dan baru pertama kali mengalami masalah ini tentu akan penuh dengan rasa khawatir.

Lakukan Diagnosa, Temukan Biang Alergi
Sebetulnya ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk mengatasi ini. Pertama yaitu dengan melakukan diagnosa awal secara langsung. Maksudnya kita sendiri. Ya meskipun kita bukan dokter atau orang yang berprofesi di bidang kesehatan, tapi ada banyak cukup informasi yang bisa kita gali dari media yang ada. Cara paling gampang buka laptop atau ambil handphone dan search referensi atau artikel mengenai alergi pada bayi.

Pengalaman saya adalah kita cek apakah ada makanan yang bayi kita makan yang bisa membuat alergi? Atau apakah ibunya mengkonsumsi makanan yang bisa membuat alergi? Karena bayi yang masih kecil biasanya masih sangat sensitif terhadap zat-zat yang terkandung di makanan. Biasanya sampai usia 2 atau 3 tahun sangat mudah mengalami alergi. Beda di usia 3 tahun ke atas biasanya kekebalan tubuhnya sudah semakin kuat.

Makanan yang biasanya menimbulkan alergi adalah makanan laut (seafood). Udang biasanya yang paling sering menimbulkan alergi pada bayi. Ikan laut yang lain juga bisa menimbulkan alergi meski biasanya tidak sekuat udang. Selain seafood, telur juga terkadang menimbulkan alergi. Entah karena kandungan proteinnya yang sangat kuat, atau ada zat lain anak saya biasanya suka ruam kulitnya jika dia atau istri saya mengkonsumsi telur. Nah jika dalam sehari atau dua hari yang lalu bayi anda atau Ibu bayi pernah mengkonsumsi makanan-makanan tersebut bisa jadi itu penyebabnya.

So, mungkin jika anak anda sering ruam kulit, panas atau hidung meler padahal ga pernah beraktifitas yang melelahkan bisa jadi karena anda atau bayi anda mengkonsumsi seafood atau telur. Sementara say 'I am sorry good bye telur and seafood" tunggu hingga bayi anda kuat mengkonsumsinya.

Namun makanan ternyata bukan penyebab satu-satunya alergi pada anak. Ini terjadi pada anak saya. Sudah lama banget istri saya 'puasa' telur dan makanan laut, tapi kok anak saya tetap ruam kulitnya tidak hilang juga, kenapa ya? Nah ternyata terpapar zat lain juga bisa menjadi biang alergi. Dalam kasus anak saya ternyata penyebab lain adalah sabun mandi! ya sabun mandi nya ternyata yang menjadi pemicu alergi. Waktu itu Ali pake sabun ZW***AL, setelah diganti pake sabun lain MY B**Y ternyata ruamnya sedikit demi sedikit hilang.

Nah kalo terjadi alergi pada anak mungkin anda bisa menjaga makanan atau mengganti perlengkapan mandi atau minyak anak anda. Bisa jadi dari situ penyebabnya.

Konsultasi Dengan Dokter, Gunakan Obat
Namun kalo dengan mengontrol makanan tapi belum juga reda, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Karena bisa jadi ada masalah lain yang terjadi selain karena alergi. Pengalaman saya beberapa kali diperiksakan ke dokter selalu diberi obat yang sama. Ada dua macam obat yang biasa dikasih yaitu ELO***N yang biasany diusapkan ke bagian kulit yang ruam berbentuk salep atau krim, sama CETR**IN ini obat cair yang diminum oleh bayi. Dua obat itu yang selalu ada dalam resep dokter. Meskpiun kalo panas ya tetep juga dikasih TEM**A. Dan biasanya kalo sudah diberi obat-obat ini gejala alerginya agak mendingan. Paling tidak anak bisa tidur lelap dan kita pun bisa istirahat dengan nyaman.

Hal lain yang bisa dicoba adalah memandikan anak dengan yang steril/bersih. Dan biasanya anak saya disarankan dokter untuk diolesi cairan PHISO***X untuk menetralisir alergi di kulitnya. Obat ini agak keras karena penggunaannya pun dioles secara perlahan dan harus didiamkan maksimal 20 detik sebelum dibilas kembali dengan air yang bersih. Dan jangan terlalu sering juga memakainya.

Namun untuk penggunaan obat-obatan ini tentunya harus dengan saran dari dokter. Karena jika sakit/alergi berlanjut, mohon jangan hubungi saya, tapi bisa hubungi dokter anda hehehe.

So, inilah sharing pengalaman saya soal alergi pada bayi. Alergi jangankan bayi orang dewasa pun tentu menderita jika alerginya kumat. Maka jika anak anda rewel, uring-uringan tidak lelap tidur dan agak sesak napas bisa jadi dia sedang alergi benda-benda tertentu. Anda bisa diagnosa sendiri atau segera konsultasikan dengan dokter.

gambar dari sini

Post a Comment

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung