Ads (728x90)

The turning point adalah Titik balik. Sorry, bukan mau bahas bukunya fritjop Chapra dengan judul yang sama. Ini mah tentang kehidupan semua orang, beberapa waktu lalu aku merenung, kalo kita perhatikan semua orang memiliki titik balik dalam kehidupannya. Sebuah bagian perjalanan yang bikin hidup berbeda dari biasanya, yang membawa sebuah perubahan mahadahsyat yang mungkin mengubah arah dan perjalanan hidup seseorang dengan begitu hebatnya.

Seorang teman adalah seorang pemuda liar yang sama sekali ga bertanggungjawab. Pekerjaan utamanya adalah bikin pusing orang tua dengan segala tingkah laku kenakalannya. Dari mulai tawuran, minuman keras dan kenakalan lain pernah ia lakukan. Beberapa kali ia keluar masuk penjara atas perbuatannya itu. Tapi itu dulu, semua berubah ketika ia menikah. Perangai buruknya yang tidak sabaran dan gampang marah perlahan sirna ketika ia mendapati istrinya yang begitu sabar menghadapi semua tingkah liarnya. Segala kekasaran dan keliaran muda yang ia miliki itu ternyata luluh dengan senyum simpul dari seorang istri yag ultra penyabar. Kini ia telah berubah menjadi seorang Ayah muda bertanggung jawab dengan seorang putri.
 
Teman lain tidak kalah garangnya, tawuran dan ugal-ugalan di jalan adalah makanan dia sehari-hari. Baginya pembangkangan dan pemberontakan adalah pembuktian kejantanan seorang lelaki. Main sikat, main embat dan kebut-kebutan di jalan raya adalah bahan bakar kesombongan dan keangkuhan mudanya. Namun semua berubah setelah suatu kecelakaan maut menyapa dirinya dan merenggut nyawa sahabat terdekat. Setelah itu ia bertekad untuk menjadi orang yang lebih baik. Saat ini ia telah menjadi pengusaha muda sukses dengan asset miliaran rupiah. Bahkan ia mendirikan lembaga pendidikan untuk membantu orang berbisnis dengan mental dan cara yang baik.

Teman lain terkenal dengan ketidak jujuran dan mabuk-mabukkan. Semua keluarga sudah dibikin pusing tujuh keliling dengan segala ulahnya. Sifat jeleknya membuat ia selalu gagal dalam pernikahan. Gonta-ganti istri, kawin cerai, terpisah dengan anak dan keluarga. Hingga suatu saat badannya rusak parah akibat minuman. Hampir semua fungsi vital tubuh melemah. Orang menyangka ini adalah akhir hayatnya. Dengan keadaan seperti itu satu-satunya hal yang bisa dilakukan hanyalah menunggu ajal tiba. Namun kehendak Tuhan berkata lain. Disaat-saat kritis seperti itu ia baru ingat Tuhan. Keinginannya bertaubat membuat fisiknya selalu memiliki daya tahan ekstra untuk bertahan hidup. Ia sembuh meskipun dengan konsdisi badan yang tidak sesehat dulu lagi. Perlahan kehidupannya membaik. Saat ini ia menjadi seorang Bapak penyayang meskipun hanya seorang diri. Ia bertekad untuk menebus segala kesalahan masa lalu dan berbuat yang terbaik untuk anak-anaknya.

Manusia adalah makhluk yang ga akan pernah lepas dari salah dan lupa. Kesalahan dan kekeliruan adalah ciri khas dan merk terdaftar yang menjamin keaslian seorang manusia. Ia tidak selalu salah juga tidak selalu lupa. Selalu ada pilihan dalam kehidupan. Hidup selalu berjalan maju, karena waktu tidak akan pernah mau menunggu. Semua lupa dan salah itu terkadang membuat kita terperosok jauh melupakan fitrah kita sebagai manusia yang katanya hanif (selalu condong kepada kebenaran). Beruntung mereka seperti yang mengalami seperti diatas, Tuhan menunjukkan jalan kembali dengan kejadian (ayat) yang tidak dimengerti.

Beruntung karena peringatan itu datang sebelum jantung berhenti berdetak dan pintu taubat masih terbuka. Beruntung mereka masih bisa mendapat 'kesempatan kedua' untuk kembali terlahir dan mencoba mengumpulkan kembali fitrah yang telah berserak dan berceceran. Tak terbayangkan jika kesempatan itu tidak sempat datang atau terlambat. Entah ada di sebelah mana kita di kehidupan selanjutnya hiiii....

Tentunya kita ga perlu menunggu peringatan, belokan dan tempat berbalik arah selalu ada kapan dan dimanapun. terkadang lurus bukan selalu jalan dan keputusan yang tepat. Begitu juga berbalik bukan berarti mundur. Hidup akan selalu memberi pilihan, namun evaluasi dan intrsospeksi adalah syarat lain untuk menemukan waktu, arah dan tempat yang tepat untuk mengubah arah. Selamat Idul Fitri semoga kembali fitri.

Post a Comment

  1. selamat idul fitri juga, kang deni! post nya keren. jadi inget turning point yang pernah dilewatin...

    ReplyDelete

Thanks to visit my blog
Terima kasih sudah berkunjung